Seluruh Indonesia sepertinya sudah tahu
kalau ngapak merupakan bahasa sehari-hari orang Tegal, Jawa Tengah. Logat
bahasanya yang khas dan berbeda dibanding dialek bahasa Jawa pada umumnya,
mampu membuat orang yang mendengarnya tertawa. Tidak hanya Tegal, kota lain
seperti Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara dan sekitarnya
memiliki rumpun bahasa yang sama. Banyak orang yang dibuat penasaran dengan
bahasa sehari-hari ini, sampai kami sendiri diminta untuk berbicara didepan
mereka langsung. Selama merantau di Jogja, saya sendiri berusaha
beradaptasi dengan bahasa jawanya yang halus dan sopan. Cara
"medhok"nya juga berbeda. Tapi tetap saja, masih kelihatan lebih
fasih ngapak dibanding medhok halusnya.
Kalau soal kuliner, kota Tegal tidak kalah
dengan kota besar lainnya. Ada tahu aci murni, olos, glotak, soto tegal dengan
tauco yag disuguhkan dengan mangkok kecil, teh poci yang biasa dinikmati saat
berkumpul dengan harum melati dan manisnya gula batu disuguhkan dengan satu set
cangkir poci terbuat dari tanah liat, serta makanan lain seperti kupat glabed,
kupat blengong, nasi lengko dan nasi ponggol. Tahu aci merupakan tahu kuning
dipotong segitiga dan di atasnya diberi adonan tepung kanji sebagai acinya
dengan campuran daun bawang atau kocai diiris tipis lalu dimakan bersama cabe
rawit atau ‘tengis’. Olos bahannya sama dengan tahu aci, berisi kubis atau
orang Tegal menyebutnya ‘kol’, bawang dan tauge dibentuk bola-bola kecil.
Tahu Aci
Olos
Soto Tegal
Glotak
Nasi Ponggol
Nasi Lengko
Kupat Glabed
Teh Poci
Naahhh ini yang sedikit menjengkelkan.
Katanya perempuan ngapak dengan paras cantik kalau sudah ngapak akan turun
derajat kecantikannya. Tapi semua itu hanya ungkapan yang tidak dapat
dipertanggung jawabkan. Buktinya banyak artis cantik yang suka menirukan orang
ngapak namun cantiknya masih melekat.
Mau liburan?? Tegal juga punya banyak tempat wisata untuk dikunjungi. Purwahamba Indah (Purin), Pantai Alam Indah (PAI), alun-alun kota Tegal, satu jam dari kota Tegal terdapat wisata alam dan air panas GUCI dan masih banyak lagi.
Inilah sedikit review tentang kota Tegal dan bahasa ngapaknya. Kalem bae, nyong karo koen pada kabeh!








